Psikologi

Mengenal Lebih Dalam Psikologi Forensik

psikologi forensik

Psikologi merupakan salah satu ilmu yang saat ini cukup diminati kalangan muda tanah air. Namun pernahkah Anda mendengar atau justru mengenal psikologis forensik? Meskipun profesi ini belum terlalu populer di masyarakat tapi sebenarnya profesi ini merupakan profesi yang sangat penting terutama dalam ranah hukum.

Apa itu psikologi forensik?

Secara sederhana, psikologi forensik merupakan gabungan antara praktik ilmu psikologi dengan bidang hukum. Anda yang ingin menjadi psikolog forensik setidaknya membutuhkan gelar psikologi forensik atau psikolog berlisensi yang telah memiliki gelar doktor.

Bidang psikologi forensik bisa dikatakan cukup baru sehingga kurang dikenal. Hal ini membuat jumlah psikolog forensik bisa dikatakan sangat minim. Padahal, kebutuhan akan profesi tersebut cukup banyak mengingat profesi ini sangat erat kaitannya dengan berbagai tindak pelanggaran hukum yang ada di Indonesia baik itu pidana maupun perdata.

Meskipun sama-sama menggunakan ilmu psikologi namun profesi ini berbeda dengan psikolog klinis yang sering dijumpai di masyarakat. Jika pasien seorang psikolog klinis biasanya datang dengan kemauan sendiri maka berbeda dengan para psikolog forensik.

Pasien mereka kebanyakan merupakan narapidana atau tersangka yang terpaksa harus datang. Hal tersebut jelas akan sangat memengaruhi hasil evaluasi pasien. Sebab, hal tersebut akan membuat proses penilaian, diagnosis serta perawatan sangat sulit.

Pekerjaan yang membutuhkan psikologi forensik

Sebenarnya jenis pekerjaan yang membutuhkan kemampuan psikologis forensik cukup banyak. Namun, kebanyakan pekerjaan tersebut kurang populer di Indonesia. Bagi Anda yang mempelajari psikologi forensik berikut beberapa pekerjaan yang bisa Anda lakukan.

  1. Peneliti

Pekerjaan pertama yang direkomendasikan adalah seorang peneliti akademik. Peneliti akademik merupakan mereka yang berkecimpung dalam bidang pendidikan. Beberapa contohnya adalah penelitian, perkuliahan, pelatihan dan sebagainya.

  1. Evaluator

Evaluator merupakan seorang psikolog yang bertugas mengevaluasi berbagai pihak yang terlibat dalam suatu kasus baik kasus perdata maupun pidana dari segi kesehatan mental. Seorang evaluator diperlukan untuk memberikan penjelasan kepada pihak-pihak yang berkepentingan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan.

  1. Konsultan penegak hukum

Psikologi forensik bisa saja terlibat dan memberikan pendampingan kepada penegak hukum dalam beberapa kasus tertentu. Contohnya adalah bagaimana menghadapi krisis serta penanganan paksa trauma.

Selain itu, pendampingan yang dilakukan juga bisa mencakup menyusun program pelatihan untuk manajemen stres, pelatihan anggota kepolisian serta memberi rujukan dan konsultasi kepada anggota penegak hukum serta keluarganya.

  1. Psikolog koreksional

Seorang psikolog koreksional biasanya berhubungan dengan para pelanggar hukum atau narapidana. Profesi ini berperan penting dalam memberikan evaluasi ataupun memberikan terapi kepada para narapidana. Selain itu, psikolog koreksional juga bisa menjadi seorang peneliti akademik maupun saksi ahli di persidangan.

  1. Saksi ahli

Saksi ahli adalah saksi yang bisa memberikan pendapat pribadi berdasarkan dengan bidang keahlian yang dimilikinya asalkan masih berkaitan dengan kasus tersebut. Seorang psikolog forensik sering sekali dijadikan saksi ahli untuk mengevaluasi kondisi mental seseorang.

Jika dulu saksi ahli selalu ditunjuk oleh pengadilan maka saat ini biasanya saksi ahli kebanyakan direkrut oleh pihak kejaksaan. Meskipun begitu, sah atau tidaknya kesaksian seorang saksi ahli tetap diputuskan oleh hakim pengadilan.

  1. Penyedia perawatan

Seorang psikolog forensik bisa memberikan pelayanan perawatan atau terapi psikologis kepada yang mereka yang terlibat dalam kasus pidana maupun perdata. Namun, dalam kasus ini seorang psikolog hanya akan bekerja jika diminta saja.

Pada kenyataannya, seringkali profesi penyedia perawatan juga bercampur dengan evaluator. Meskipun secara etik hal tersebut tidak diperbolehkan namun karena jumlah psikolog forensik yang masih kurang di Indonesia hal tersebut masih kerap dilakukan.

Perlu disadari jika profesi psikolog forensik sangat dibutuhkan terutama di ranah hukum. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya Anda mengenal lebih dalam psikologi forensik jika Anda berminat terhadap dunia hukum dan psikologi. Hal ini dimaksudkan agar Anda bisa memahami kasus baik pidana maupun perdata dengan perspektif lain dari berbagai sudut.

Related posts

Prospek Kerja Lulusan Psikologi

Harimurti Wijaya

Meningkatkan Kecerdasan Menurut Ilmu Psikologi

Harimurti Wijaya

Leave a Comment